Minggu, 20 April 2014

Puisi Karbitan

Karbitan

Saat hidung ini tak lagi mampu menghirup udara pagi
Bahkan saat dupa itu menyala di depan mata
Tetap aku tak mampu menghirup harum aromanya
Memang tak begitu sakit ataupun menderita
Namun terlalu membuat gelisah mbem,

Andaikan waktu lima tahunku itu sesingkat mimpi
Saat kau terpejam dan melawati semua hari dengan senyuman
Dan kau terbangun dengan sejuknya pagi
Melihat dengan penuh percaya di balik jendela
Selaksa berkata, mentari tak pernah mengingkari janjinya

Sabtu, 19 April 2014

Puisi Lesung Pipi

Lesung Pipi


Aku bahagia memilikimu
Kau sempurnakan senyumku
Kau slalu bersamaku
Sepanjang waktu

Kaulah sang mutiara
Perhiasan yang sempurna
Indah dan mempesona
Membuat senyumku penuh warna

Jumat, 18 April 2014

Puisi Air Wudhu

Air Wudhu

Darimu yang transparan
Jernih indah menyilaukan
Sejuk dingin menyegarkan

          Setetes mutiara nan suci
          Dari aliran air berasa api
          Kembalikanku dalam suasana pagi

Kamis, 17 April 2014

Pak Dhe

Jangan pernah ragu untuk urusan cinta, jika kau memang setia. Biarkan ia jadi dirinya sendiri, dan tegaslah, lalu katakan, “aku ora papa” dia memang lebih baik dari aku. (tapi saat ini, tapi lihatlah sepuluh tahun lagi, kau akan menyesal.)

Kelereng Sulutu

Saat semua telah terbangun lama dan begitu lama, seakan semua seperti sia-sia, jangan pernah menyerah kawan, ikhlaskanlah dan tetap tunjukan kemampuan terbaikmu. Percayalah yang karbitan itu hanya sementara dan tidak baik untuk jangka panjang, percayalah yang karbitan itu lebih banyak yang gagal daripada yang berhasil.

KARBITAN

Selasa, 15 April 2014

Kelereng Sulutu

Semua telah terjadi, dan hanya tinggal berserah diri, usaha yang terbaik akan berbuah manis, bisa juga asam. tapi buklankah semua itu juga nikmat. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kami.
menanti jawaban esok, selepas terbit mentari. 

Senin, 24 Maret 2014

Kelereng Hujan

Sepenggal kisah kadang lebih berarti dari pada caci maki yang membebani.


Marahmu hanya menhabiskan energimu.

Rabu, 19 Maret 2014

Wage Rudolf Supratman Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia

Disinilah sosok seniman sekaligus komposer handal Indonesia, WR Supratman dilahirkan. Di Desa Somongari, Kec. Kaligesing, Kab. Purworejo daerah bukit yang tenang dan damai.



Senin, 10 Maret 2014

Desah

Desah

Desah desah itu masih ada
Terdengar di sisi telinga
Mereka memutar di atas kepala begitu cepatnya
Semakin cepat dan semakin rapat
Dan aku tak kuat lagi
Terpelantinglah aku, saat engkau seperti petir yang menyambar
Secepat itukah?
Entahlah

Serasa baru kemarin kau mengubah apelku menjadi jeruk
Saat yang begitu terasa lama
Dan mengubah segalanya,
Kini saat-saat ku ingin kehadiran si jeruk itu
Tapi malah kau hadir seperti petir dan seketika berkata
Apel
Entahlah !
Flag Counter