menu

Label

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2023

Puisi | Matematika

 

Tidak semua siswa pandai matematika

Tak semua orang paham berlogika

Dan tak mampu membayangkan jutaan angka-angka

 

Kataku, 

Angka ini menjadi candu

Terolak-alik berbumbu rumus-rumus menarik menjadi padu

Memudahkan setiap langkah-langkahku

 

Katamu,

Angka ini tidaklah syahdu

Hanya secarik prediksi yang tak menentu

Membuatmu semakin rapuh dan ragu

Hingga kamu dianggap tak sepandai ini dan itu

 

Kata Bu Guru,

Tentang aku dan kamu

Tidaklah bijak jika pandai dan bodohmu terikat pada angka itu

Kembangkan minat dan bakat dari dalam kalbu sesuka hatimu

Dan Bu Guru kan semakin rindu …

Senin, 02 Oktober 2023

Puisi | PAGI INI


Semburat cahaya pagi kan menjadi saksi

Kala langkah kaki kecilku mulai menari

Mengajaku mengintip canda tawa siswa dan siswi

Yang membuncahkan suasana pagi ini

Hiruk pikuk resahnya hati ini pun mulai menepi

Sajak mengajak untuk kembali berbagi dan mengabdi

Memupuk benih mimpi-mimpi generasi penerus bangs aini

 

Yah,

Meski diri sendiri tengah rapuh dan sepi

Melupakan gaji dan sadar diri

Patutlah untuk berbenah diri

Kembali pada candu ilmu-ilmu untuk berbakti

Dan akhirnya,

Mimpiku tak senyaring bel berbunyi pagi ini

Minggu, 01 Oktober 2023

Puisi | Ngebyar Belajar

Yah

Di tengah hening suasana kamar

Semalam suntuk aku belajar

Di hadapan buku-buku yang berbaris sejajar

Tuk hadapi hari esok yang Nampak sukar

 

Ku baca materi esok lembar demi lembar

Ku pahami pola tabel, diagram, dan gambar

Sembari kuingat kata-kata guruku saat mengajar

Besar harapku malam mini terekam dan esok kan terurai jawaban benar

Ujianku jadi bersinar

 

Tapi apalah daya mata ini tak mampu lagi berpijar

Dan tubuh telah lelah dan terlelap tanpa sadar

Boleh jadi tidur ini mengalap barisan ilmu yang terserap menjadi pudar dan hambar

 

Hingga akhirnya

Dalam mimpiku guruku bertutur dan berujar

Materi tak kan bisa kau kejar

Jika hanya semalam untukmu belajar

Ilmumu akan menjadi hambar dan cepat pudar

Proses belajarlah yang membuatmu pintar

Bukan ngebyar semalam suntuk untuk bersinar.

Sabtu, 30 September 2023

PUISI | SEPI


Biasanya ada yang tertawa di ujung sana

Biasanya ada canda tawa di balik meja

Biasanya ada juga yang terluka

Dan hadirku dinanti mereka tuk berbahagia merakit sejuta asa

Namun, kini telah sirna

Aku hanya berjumpa di dunia maya

Tanpa riang, canda, luka, dan tawa mereka

Karena Corona kian merajalela

Aku khawatir mereka awam dengan fakta di dunia nyata

Jumat, 29 September 2023

PUISI | MENCARI KATA


Karena aku bukan penyair

Yang pandai merangkai kata menjadi syair

Meski ku berjuang dan terus berpikir

Satu kata pun tak kunjung terukir

Mencari kata menjadi getir

 

Aku,

Hanya terduduk lesu, merasakan jemari seolah mulai terkilir

Pensilku telah patah penuh amarah seakan diri ini tak mampu berpikir

Kertasku masih kosong tanpa tulisan yang terarsir

 

Mencari kata menjadi semakin getir

Aku terus berpikir tanpa ide yang mengalir

Bagai genangan air di tengah padang pasir

Karena aku bukan penyair

Senin, 16 Mei 2016

Puisi Sesatku


Sesatku



Aku hanya sebagian dari orang yang tersesat

Merasa terbuang saat engkau yang bijak tak lagi bertanggungjawab

Aku tersesat dalam duniamu yang tak pernah ku mengerti, meski hari terus berganti

Terimakasih tuan, engkau menunjukanku jalan terang nan menyesatkan

Ini bukan duniaku, kataku sembari mengusap tetes peluhku

Aku yang lelah tidak tahu kemana harus melangkah



Senyumu tuan, memang terasa lebih indah

Saat melihatku terbuang, terdampar tanpa tujuan selaksa sampah menepi tanpa arah

Tuan bijak, haruskah aku selalu menelan ludah

Menyaksikan picikmu memutar lidah untuk mengubah berlian menjadi sampah

Rabu, 11 Mei 2016

Puisi Sandal Jepit #2

Sandal Jepit

Sejuta rasa itu memang indah
Yang kini tinggal usapan peluh dan pening saat kuingat
Saat keringat mulai bercucur deras
Untukmu, untuk bendera yang kau kibarkan
Gelegar petir menyambar ditengah awan kelabu
Secepat itukah engkau
Membuat semua sirna sekejap mata

Tuan besar
Masihkah aku harus mengingat
Kelabu dunia malam, saat mereka mulai mencaci
Dan kau mulai memutar lidah

Puisi Syar'i nan

Aku lelaki juling bermata jalang
Ahli hisab pengamat pemakai jilbab
Getir hati saat terpikat, pekuk rindu tentramnya kalbu
Melihat ukhti dalam syar’i bukan syar’inan
Terdesit pelik syar’i hijabmu
Kian hari tak terganti, lama pula tak bersua
Pada engkau penuntun syurga

Ini karena engkau, aku lelaki jalang bermata juling

Sabtu, 30 April 2016

Puisi Lilin 12

Ini impianku,

Meski hanya aku yang mendengar, melihat, dan merasa

Padamu yang lahir di dua belas

Inilah aku dengan penuh keraguanku

Angkuh dengan diri, sulit membuka diri

Namun karenamu

Kutuliskan selembar asaku

Untuk sekedar nama yang enggan pergi

Minggu, 18 Oktober 2015

Puisi "Karena Aku Perempuan" Karya Sri Kanti Kupu Hitam


Karena Aku Perempuan

"Karena Aku Perempuan"
Tentu saja aku bisa membunuhmu, tapi bukan dengan tusukan belati
Hanya setetes cinta, telah sanggup meracuni tubuhmu
Waspadalah tuan, padaku perempuan
Dalam diamku, tersimpan kepicikan musang Melebihi tajamnya pedang

Jumat, 25 September 2015

Puisi-Jika Maaf


Jika Maaf

Kala itu rintik hujan membasahi
Dan kita masih Menapaki jalanan aspal
Berjalan berlomba, sebelum rintik memenuhi kerasnya jalanan
Sesungguhnya aku tak tega
Tapi pun ku juga tak begitu mengerti
Dan harus berjalan meski yang lain tinggal memutar tangan
Ataupun melambaikan tangan

Tawaku dalam hati, menangis di dalam jiwa
Mengapa aku masih seperti ini
Mungkin juga, bodohnya diriku
Saat mungkin itu yang kau sebut romantis
Aku yang tak lagi merasa,
Padahal memang itu adanya.

Jika saja maaf masih diterima
Maafkanlah

Rabu, 05 Agustus 2015

Puisi - Bingkai Spion Kecil


Yogyakarta, Agustus 2015

Bingkai Spion Kecil

Hari ini ....
Aku berdiri menghadap matahari terbit
Mengadu pada indahnya langit Jogja
Usapan lembut dingin uap embun membuka mata kecil ini
Dan kenari-kenari mulai bernyanyi ceria
Seakan mengerti suasana hati
Menggiring untu kembali
Mengingat ia spion dalam hati

Masih jelas ku ingat
Merdu suaramu
Saat membangungkan sayu lelah lelap kami
Setengah tak tega, engkau pengingat ibadah kami
Masih pula teringat
Tutur katamu yang lembut

Rabu, 15 April 2015

Puisi - Dunia Bening


Dunia Bening

bening

Merenunglah

Diam dalam gemuruh

Suka tak disuka

Cinta namun tiada

Bercerita tanpa bersua

Bunyi tanpa suara


Jumat, 26 Desember 2014

Puisi Sendaren



Sendaren

Sendaren
13 Okt ‘14

Tiada lagi kata terucap,
Kurasa
Tiada lagi angin bertiup sedu,
Tiada lagi syair terurai, untuk mengungkap semua itu

Semua telah berakhir,
Ku pikir,
Dan semuanya hilang
Mungkin salah itu terlalu dalam,
Hingga jemari ini tak lagi bergetar,
Menggoreskan titik titik tinta,
Tak lagi sanggup

Kamis, 25 Desember 2014

Puisi | Sang Mawar



Sang Mawar

Sang Mawar

Melangkah dalam senyuman
Warna-warna mawar tak juga memudar
Kilaunya terpancar sepanjang mata memandang
Ku rindu senyum manisnya

Kemarin aku melihat melati kuncup di halaman depan
Harumnya semerbak di terpa angin
Warnanya indah bersama terbitnya mentari
Suasana pagi yang indah kala itu
Ingin rasa ini untuk memetik
Namun,,,
Tak sanggup aku
Jika esok melihat sang mawar layu

Rabu, 24 Desember 2014

Puisi | Luruh



Luruh

Luruh

Yogyakarta, 24 Des ‘14

Malam begitu kelam
Saat suaramu terlihat suram
Sayangnya tak lagi ku melihat indah parasmu
Dan tak pernah kata terucap
Hanya buming penyejuk waktu
Sedingin es teh di burjo pasundan

Luruh hati tanpa gemuruh
Tak lagi jernih, semua jenuh
Mungkin kini peluh tak lagi mengalir
Ku tak mau semua rapuh
Hangat penantian adalah kekuatan

Selasa, 23 Desember 2014

Puisi Metamorfosa



Metamorfosa hidup

Metamorfosa

Tangis itu mengalir
Saatku mulai meragukan keadilan Tuhan
Kilat-kilat pertanyaan mulai meniup wajah
Menyisir untuk memerah
Terdiam dalam tanya
Menggerutu dalam hati
Apa, Mengapa, Bagaimana, sampai Kapan
Ah apalah, dia menyebalkan

Dan rasa syukur itu mulai larut
Carut tergiling bersama kicauan setan

Katamu, Tuhanmu selalu ada dalam kalbumu
Mungkin jawaban Tuhan terlalu abstrak untuk dimengerti
Ingatlah bahwa Ia lebih mengetahui dari apa yang engkau ketahui
Dialah yang tak perlu kau ragukan lagi
Bersyukurlah, nikmati segala tantangan dalam hidupmu

Minggu, 21 Desember 2014

Puisi Kesrimpet Asmara



Kesrimpet Asmara

Kesrimpet Asmara
Yogyakarta 20 Des ‘14

Haruskah kau menolak ?

Melihatmu itu luar biasa
Tak kan lelah aku berlari
Untuk menjadi seperti yang kau pinta
Tak perlulah kita berselisih
Percayalah dan pasti bisa
Aku mlayu gone kesrimpet asmara
Ora bakal tiba yen sliramu percaya

Jumat, 19 Desember 2014

Puisi Sandal Jepit



sandal jepit


Sandal Jepit

Mungkin aku terlalu lama tertidur
Terlalu lama dalam termenung
Terlalu lama dalam senyap

Hari ini aku harus terbangun
Membangkitkan diri
Menjadi lebih baik
Minimal menjadi seperti yang kau pinta

I don’t promise
But, i will try
Berusaha menggapai segala cita

Rabu, 10 September 2014

Puisi Bintang Jatuh

Bintang Jatuh

Tidurku pun terganggu saat teringat indah kemerlap bintang dilangit yang jauh
Dan haruskah aku termangu, duduk ditengah dinginnya malam
Menatap langit dengan seksama,
Terlamun, Menanti datangnya alunan cahaya
 Haruskah mata ini berkaca menanti sekejap cahayamu?

Tidak kah itu hanya membuang waktuku
Bukankah itu hanya sia-sia

Flag Counter