Sebuah Catatan kecil, dari apa yang saya lihat, rasa, dan yang saya dengar, dengan puisi, cerita, kata mutiara, dsb. Semoga bermanfaat
Rabu, 12 November 2014
Rabu, 05 November 2014
Selasa, 04 November 2014
Mungkin Ini Lucu
Mungkin ini lucu
|
Aku
|
:
|
Mas sekarang kok jarang beli
pulsa ta? (aku = penjual pulsa)
|
|
Mas
|
:
|
Haha, la sekarang siapa lho
yang mau tak telpon.
|
|
Aku
|
:
|
Lah? Kenapa mas, maksudnya?
|
|
Mas
|
:
|
Ya sekarang kan udah gak ada
yang mau tak telfon lagi.
|
|
Aku
|
:
|
(biingung) lah, oh. Mas putus?
|
|
Mas
|
:
|
Gitu aja tanya. Heeeeeee
|
|
Aku
|
:
|
Ya udah mas gak papa. Tak do’ain
biyar cepet dapet pacar baru lagi, terus langgeng wis mas. Tahan lama, biyar
bisa telpon-telponan lagi. (hehe Modus)
|
|
Mas
|
:
|
Oh, berarti aku pacaran ki ana
imbase ngunu ya?
|
|
Aku
|
:
|
hehehe
|
|
Masnya pergi
|
||
Selasa, 28 Oktober 2014
Rabu, 10 September 2014
Puisi Bintang Jatuh
Bintang Jatuh
Dan haruskah
aku termangu, duduk ditengah dinginnya malam
Menatap
langit dengan seksama,
Terlamun,
Menanti datangnya alunan cahaya
Haruskah mata ini berkaca menanti sekejap
cahayamu?
Tidak kah itu
hanya membuang waktuku
Bukankah itu
hanya sia-sia
Rabu, 25 Juni 2014
Revisi untuk Si Panda
Revisi
Cerita ini ku tulis untuk si Panda
Ku harap hanya ia yang tahu
Dan mungkin,
Hanya ia yang mengerti
Maaf Nda, kali ini bukan cerita sedih
kok
Move on dong,,,,,,, !!!
Hey, andaikan masih ada waktu untuk
kita berdua lagi
Pasti akan kuceritakan ini semua
untukmu
Dengan persepsiku, agar kau tak lagi
berembun di sudut matamu
Sabtu, 07 Juni 2014
Sinopsis Tari Titen Panen
Titen Panen
Koreografer Ririn Puspitasari UNY '12
Padi itu mulai bersujud, mengikuti sujud
kami kepada Tuhan pencipta alam,
Kami mulai tersenyum, Senyum bukan
berarti tawa bahagia,
Karena burung-burung mulai berkicau
lebih merdu dari biasanya,
Senyum itu memendam setitik asa dan
waspada, karena kita bersama menuju panen raya,
Wis dadi adate, lumrah, eling tur
ngerti, sante naging waspada,
Nyengkuyung bareng, titening panen
Gugur gunung kanggo mletheking eseme
manah.
Nalika wiwit, pungkasane kang dadi
titening panen.
Rabu, 14 Mei 2014
Tuhan itu ada
Tuhanmu akan terasa semakin abstrak saat
ibadahmu juga semakin abstrak. Dan tahukah engkau Dia lebih perhatian lebih
dari yang engkau bayangkan, Dia sangat dekat dengan hatimu. Dan masihkah engkau
bermalas-malasan untuk-Nya? masihkah engkau mengabaikan perhatianmu padaNya,
saat ia justru lebih memperhatikanmu.
Dan semua itu pilihan kawan
Jumat, 02 Mei 2014
Aku dan Rokok
Mungkin Bisa Dikatakan Aku Dan Rokok
Aku masih tak
mengerti, mengapa mereka masih juga menghisap rokok. Bukankah itu menyiksa diri
mereka sendiri ya? Tapi herannya mereka pun tahu bahwa itu adalah penyakit dan
itu akan menyiksanya. Ironisnya mereka tetap saja menghisapnya setiap hari. Tak
habis pikir memang, mereka tak pernah peduli dengan apapun resiko apapun yang
akan diterimanya. Serasa mereka telah siap mananggung segala resiko tersebut,
mereka bilang ya itulah laki-laki. Ia tak pernah berfikir apapun, hal buruk
atau pun baik mereka tak peduli saat mereka telah menyatakan “SUKA”. Padahal ketika
mereka ditanya mengapa anda suka dengan hal itu, katakanlah rokok tersebut,
mereka selalu tidak memiliki alasan yang kuat dan jelas dalam mempertahankan
kesukaannya tersebut. Intinya aku suka dan aku bahagia dengan ini. Serasa bodoh
memang, kenapa juga mereka menyukai sesuatu tanpa alasan, suka tanpa alasan.
Kamis, 01 Mei 2014
Puisi - Tisu Magic
Tisu
Ajaib
Masih tersimpan erat dalam diri
Saat mentari tak begitu cerah pun masih ada setitik tinta
Kurasa memang tak sesimple menghapus pena dengan tipe x
Kau tahu
Semua serasa telah metastatic dalam diri ini
Aku tak mengerti
Meski peluh ini juga tak mau berhenti
Tapi aku masih berdiri terpaku disini
Menanti habisnya malam
Menyampaikan semua asa itu pada Tuhan semesta alam
Langganan:
Postingan (Atom)





