Rabu, 25 Juni 2014

Revisi untuk Si Panda



Revisi

Cerita ini ku tulis untuk si Panda
Ku harap hanya ia yang tahu
Dan mungkin,
Hanya ia yang mengerti
Maaf Nda, kali ini bukan cerita sedih kok
Move on dong,,,,,,, !!!

Hey, andaikan masih ada waktu untuk kita berdua lagi
Pasti akan kuceritakan ini semua untukmu
Dengan persepsiku, agar kau tak lagi berembun di sudut matamu

Sabtu, 07 Juni 2014

Sinopsis Tari Titen Panen

Titen Panen
Koreografer Ririn Puspitasari UNY '12

Padi itu mulai bersujud, mengikuti sujud kami kepada Tuhan pencipta alam,
Kami mulai tersenyum, Senyum bukan berarti tawa bahagia,
Karena burung-burung mulai berkicau lebih merdu dari biasanya,
Senyum itu memendam setitik asa dan waspada, karena kita bersama menuju panen raya,
Wis dadi adate, lumrah, eling tur ngerti, sante naging waspada,
Nyengkuyung bareng,  titening panen
Gugur gunung kanggo mletheking eseme manah.

Nalika wiwit, pungkasane kang dadi titening panen.

Rabu, 14 Mei 2014

Tuhan itu ada

Tuhanmu akan terasa semakin abstrak saat ibadahmu juga semakin abstrak. Dan tahukah engkau Dia lebih perhatian lebih dari yang engkau bayangkan, Dia sangat dekat dengan hatimu. Dan masihkah engkau bermalas-malasan untuk-Nya? masihkah engkau mengabaikan perhatianmu padaNya, saat ia justru lebih memperhatikanmu.


Dan semua itu pilihan kawan

Jumat, 02 Mei 2014

Aku dan Rokok

Mungkin Bisa Dikatakan Aku Dan Rokok
Aku masih tak mengerti, mengapa mereka masih juga menghisap rokok. Bukankah itu menyiksa diri mereka sendiri ya? Tapi herannya mereka pun tahu bahwa itu adalah penyakit dan itu akan menyiksanya. Ironisnya mereka tetap saja menghisapnya setiap hari. Tak habis pikir memang, mereka tak pernah peduli dengan apapun resiko apapun yang akan diterimanya. Serasa mereka telah siap mananggung segala resiko tersebut, mereka bilang ya itulah laki-laki. Ia tak pernah berfikir apapun, hal buruk atau pun baik mereka tak peduli saat mereka telah menyatakan “SUKA”. Padahal ketika mereka ditanya mengapa anda suka dengan hal itu, katakanlah rokok tersebut, mereka selalu tidak memiliki alasan yang kuat dan jelas dalam mempertahankan kesukaannya tersebut. Intinya aku suka dan aku bahagia dengan ini. Serasa bodoh memang, kenapa juga mereka menyukai sesuatu tanpa alasan, suka tanpa alasan.

Kamis, 01 Mei 2014

Puisi - Tisu Magic

Tisu Ajaib

 
Bayang si Panda
Bayang-bayangmu masih ada
Masih tersimpan erat dalam diri
Saat mentari tak begitu cerah pun masih ada setitik tinta
Kurasa memang tak sesimple menghapus pena dengan tipe x
Kau tahu
Semua serasa telah metastatic dalam diri ini

Aku tak mengerti
Meski peluh ini juga tak mau berhenti
Tapi aku masih berdiri terpaku disini
Menanti habisnya malam
Menyampaikan semua asa itu pada Tuhan semesta alam

Senin, 28 April 2014

Puisi Selendang Sutera

Selendang Sutera

Dari selembar selendang sutera
Ucapkan seutas kata
Untuk beribu pasang mata

Selendang sutera berbatik tinta
Lahirkan beribu asa
Di dalam jiwa

Selendang sutera sang dewa
Jadikan aku seorang raja
Walau hanya semntara

Rabu, 23 April 2014

Puisi Luka

Segores Luka
Bunga yang menyegarkan
Tlah hilang, tertutup gelapnya gerhana bulan
Yang begitu menyeramkan
Dan aku tergulingkan dalam lembah kehancuran

     Di ruang itu
Kau duduk dihadapanku
Kau teteskan air
Dari mata indahmu
Bodohnya aku
Yang hanya terpaku
Dihadapanmu

Senin, 21 April 2014

Puisi Lembar Harapan

LEMBAR HARAPAN


Kuhadapkan diriku pada secarik kertas
Dan, sebuah pena menemaniku
Mengajaku tuk berjalan
Dalam sebuah lrong nan membingungkan

Ku buka sebuah pintu dunia
Aku masuk dalam dunia nan penuh kata
Aku termenung dalam kesunyian
Dalam dunia nan penuuh pilihan

Minggu, 20 April 2014

Puisi Karbitan

Karbitan

Saat hidung ini tak lagi mampu menghirup udara pagi
Bahkan saat dupa itu menyala di depan mata
Tetap aku tak mampu menghirup harum aromanya
Memang tak begitu sakit ataupun menderita
Namun terlalu membuat gelisah mbem,

Andaikan waktu lima tahunku itu sesingkat mimpi
Saat kau terpejam dan melawati semua hari dengan senyuman
Dan kau terbangun dengan sejuknya pagi
Melihat dengan penuh percaya di balik jendela
Selaksa berkata, mentari tak pernah mengingkari janjinya

Sabtu, 19 April 2014

Puisi Lesung Pipi

Lesung Pipi


Aku bahagia memilikimu
Kau sempurnakan senyumku
Kau slalu bersamaku
Sepanjang waktu

Kaulah sang mutiara
Perhiasan yang sempurna
Indah dan mempesona
Membuat senyumku penuh warna
Flag Counter